Pelajaran Sang Kakek

Kadang Kita mengangap sesuatu yang kuno itu tidak memiliki arti dan disatu sisi mengangap sesuatu yang baru lebih memiliki arti. Padahal bukan itu semua yang membuat berarti, hanya sikap dan tindakan Kita yang membuat semuanya berarti.


Disuatu senja dibangku stasiun kota terlihat seorang kakek sedang duduk sambil membaca cerita Ramyana. Disebelah kiri sang kakek duduklah sepasang pengantin muda yang baru saja tiba di stsiun kereta itu. Lama mereka duduk2 disana untuk menunggu kereta yang akan membawa mereka ketujuan masing-masing.

Tiba tiba sang suami berkata kepada sang kakek, “Kek, apa tidak ada bacaan lain dari pada cerita kuno itu? Ada banyak buku yang lebih baik saat ini, apa sih keunggulan dari cerita Ramayana?” Sang kakek hanya tersenyum dan meneruskan bacaannya tanpa menjawab pertanyaan pemuda itu.

Namun tiba-tiba saja petugas stasiun mengumumkan bahwa kedatangan kereta tertunda 30 menit. Merekapun akhirnya lebih lama menunggu.

Karena lelah menunggu, pemuda itu pun memutuskan untuk mencari makanan kecil untuk mengisi kekosongan waktunya. ketika kembali, kakek itupun masih membaca cerita kuno itu. Pemuda itupun menjadi jengkel dan mulai mengkriti dengan tajam kepada sang kakek.

Setelah 30 menit, kereta itupun tiba, bergegas mereka memasuki kereta dan tanpa disadari mereka memiliki tujuan yang sama dan mendapatkan jatah kursi yang berdekatan pula.

Keretapun berangkat, namun pemuda itu terkejut dan panik karena baru menyadari bahwa istrinya tidak ada disampingnya. Pemuda itu segera memberitahu petugas kereta untuk menghentikan kereta dan berteriak cemas “Istriku, dimana kau?”. Ternyata Dia telah meninggalkan istrinya distasiun kereta.

Orang tua itu memperhatikan kepanikan pemuda itu dan berkata dengan lembut, “Jika Anda pernah membaca buku Ramayana, Anda tidak pernah melakukan kesalahan ini.”

“Apa?” tanya anak muda

Orang tua itu pun mulai menjelaskan :

“Dikatakan dalam cerita Ramayana bahwa Ram Chandra, Sita dan Laksmana sedang berdiri ditepi sungai ganga dan ketika itu datanglah sebuah perahu untuk mengantar mereka, kemudian yang dilakukan Ram Chandara adalah menuntun Sita untuk menaiki perahu terlebih dahulu baru kemudian Dia naik setelah itu”.

***

Janga pernah mengangap sesuatu yang kuno itu tidak memiliki arti dan disatu sisi mengangap sesuatu yang baru lebih memiliki arti. Padahal bukan itu semua yang membuat berarti, hanya sikap dan tindakan kita yang membuat semuanya berarti.

 

Artikel Terkait :

 

2 responses to this post.

  1. […] Pelajaran Sang Kakek […]

    Balas

  2. […] Pelajaran Sang Kakek […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: